KOPEL Minta BK Beri Teguran Tertulis untuk 13 Anggota DPRD Lutim

KOPEL Minta BK Beri Teguran Tertulis untuk 13 Anggota DPRD Lutim

36
0
SHARE

RAPAT PARIPURNA. Wakil Direktur Kopel Indonesia, Herman, meminta Badan Kehormatan DPRD Luwu timur (Lutim), memberikan teguran tertulis pada 13 anggota dewan. (Foto: Fitra Budin/SINDOnews)

KOPEL – Wakil Direktur Komisi Pemantau Legislatif (Kopel) Indonesia, Herman, meminta Badan Kehormatan DPRD Luwu timur (Lutim), memberikan teguran tertulis pada 13 anggota dewan.

Ketigabelas anggota DPRD Luwu Timur tersebut tidak menghadiri rapat paripurna yang dilaksanakan Senin (10/9/2018).

“Yang malas masuk rapat, itu diberikan teguran. Kalau sampai 6 kali berturut – berturut tidak hadiri, bisa diberhentikan melalui mekanisme di partainya,” jelasnya kepada Sindonews, Selasa (11/09/18).

Sebelumnya, Pada rapat paripurna jawaban bupati atas pemandangan umum fraksi-fraksi terhadap Ranperda tahap II tahun 2018 sekaligus pendapat kepala daerah terhadap Ranperda inisiatif DPRD 13 anggota dewan yang tidak hadiri.

Anggota DPRD Luwu Timur tidak hadir dalam rapat yaitu: Ketua DPRD Luwu Timur, Amran Syam; anggota DPRD Luwu Timur, Sukman Sadike, Hendra Adiputra Hatta, Badawi Alwi, Munir Razak, Usman Sadik.

Selain itu, Tugiat, Suwandi, Efraem, I Made Sariana, Imam Muhajir, Herdinang dan Pieter Ka’Pe Parrangan.

Dari pantauan Sindonews pada waktu itu, hanya ada 14 anggota dewan yang mengikuti rapat yang berlangsung di ruang paripurna itu.

Sedangkan untuk berdasarkan absen dari bagian persidangan DPRD Luwu Timur tercatat 17 anggota dewan yang menghadiri rapat tersebut.

(kem)

 

sumber: https://makassar.sindonews.com