Kasus di DPRD Makassar Bergulir, Pendatang Baru Diuntungkan

Kasus di DPRD Makassar Bergulir, Pendatang Baru Diuntungkan

72
0
SHARE

Firdaus Muhammad (Facebook)

KOPEL – Sederet dugaan kasus dugaan korupsi terus bergulir di DPRD Makassar beberapa bulan terakhir.

Tercatat, ada 3 kasus yang sedang ditangani aparat penegak hukum, yakni fee 30 persen, penyerobotan fasum fasos, dan dugaan dana reses fiktif anggota DPRD Makassar.

Secara politik, sejumlah anggota DPRD Makassar yang diduga terlibat kasus tersebut sangat dirugikan, pasalnya banyak yang berstatus sebagai calon petahana di Pileg 2019.

Pengamat politik UIN Alauddin Makassar Firdaus Muhammad menilai, dalam konteks elektabilitas, pendatang baru di Pileg Makassar menjadi pilihan alternatif agar tidak Golput di Pileg 2019, dibandingkan harus memilih caleg yang terindikasi korupsi.

“Tidak banyak berpengaruh kecuali mereka yang ikut tersandung. Masyarakat memiliki caleg alternatif lain,” jelas Firdaus Muhammad, Selasa (11/9/2018).

Meski demikian, Firdaus Muhammad tidak menampik akan terjadinya penurunan kepercayaan masyarakat, terhadap legislator akibat deretan kasus tersebut.

“Artinya masyarakat akan tetap memilih karena banyak alternatif meski kepercayaan mereka, terhadap anggota legislatif bisa menurun akibat masifnya pemberitaan terkait korupsi,” ungkap Firdaus Muhammad.

Diketahui, kasus Fee 30 yang telah menghadirkan sejumlah anggota DPRD Makassar itu, kini tinggal menunggu penetapan tersangka Mabes Polri. Sedangkan dugaan dana reses fiktif juga dalam penanganan Kejati Sulselbar.

(gunawan songki/pojoksulsel)

sumber: https://sulsel.pojoksatu.id