Didesak Batalkan PT 20 Persen, MK : Tak Perlulah MK Dipaksa-paksa

Didesak Batalkan PT 20 Persen, MK : Tak Perlulah MK Dipaksa-paksa

37
0
SHARE

KOPEL – Mahkamah Konstitusi (MK) didemo ratusan orang dari elemen mahasiswa, pemuda hinga aktivis yang meminta hakim konstitusi segera memutus gugatan ambang batas pencapresan, Rabu (8/8/2018).

Menanggapi hal itu, Juru Bicara MK, Fajar Laksono menyatakan bahwa saat ini MK masih memproses perkara bernomor 49 tersebut. Lembaga tinggi negara itu meminta agar para pendemo tidak perlu memaksa Hakim Konstitusi untuk segera memutuskannya.

“Tidak perlulah MK dipaksa-paksa untuk memutus sesuatu perkara dengan arah tertentu. Hormati proses peradilan,” tegas Fajar saat dihubungi INDOPOS via pesan tertulis, di Jakarta, Rabu (8/8)

Ia memastikan, MK tidak akan dapat dipengaruhi oleh opini-opini publik maupun pengaruh lain dari pihak luar.

“MK akan tetap berpegang teguh pada independensi dan imparsialitasnya,” klaim Fajar.

MK menghormati proses demonstrasi yang dilakukan oleh sekelompok pemuda dan aktivisi itu. Menurutnya, demonstrasi merupakan hak masyarakat untuk menyuarakan atau mengekspresikan aspirasi atau kehendaknya.

“Sepanjang tertib dan tak melanggar aturan, silakan saja,” katanya.

Diketahui, demonstrasi yang berlangsung selama 2 jam itu dihadiri oleh beberapa tokoh. Diantaranya, Ketua Pemuda Muhammadiyah Dahnil Anzar Simanjuntak, Aktivis Teguh Santosa, Pengamat Rocky Gerung serta Pakar Komunikasi Effendi Ghazalli. (jaa/indopos)