PILWAKO BOGOR : Waspadai “Manuver Ilegal”

PILWAKO BOGOR : Waspadai “Manuver Ilegal”

29034
200
SHARE

BOGOR – Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kota Bogor, mewaspadai “manuver ilegal” atau kampanye terselubung yang sering dilakukan pasangan calon yang ikut dalam pemilihan wali kota-wakil wali kota (pilwako) dan calon anggota legislatif (caleg) usai libur Idul Fitri 1434 Hijriah.

“Biasanya, momentum setelah libur Lebaran ini dimanfaatkan oleh pasangan calon untuk melakukan kampanye terselubung. Ini perlu kita waspadai,” kata Ketua Panwaslu Kota Bogor Rudy Rochyadi, di Bogor, Jawa Barat, Senin (12/8).

Ia mengatakan, pascalibur Lebaran, seluruh anggota Panwaslu Kota Bogor mulai bertugas melakukan pengawasan tahapan pelaksanaan pilkada dan Pemilu Legislatif 2014.

Dia mengatakan, pengawasan terhadap kampanye terselubung menjadi agenda utama anggota panwaslu usai libur Lebaran selama empat hari. “Kami fokuskan mewaspadai kampanye terselubung, karena momentum usai Lebaran menjadi ajang bagi pasangan calon untuk bersosialisasi,” ujarnya seperti dikutip Antara.

Ia mengatakan, masa kampanye Pilkada Kota Bogor mulai 28 Agustus 2013. Momentum yang berdekatan dengan libur Lebaran biasa dimanfaatkan oleh pasangan calon untuk bersilaturahim sambil sosialisasi. “Tapi kan ajang silaturahim dan sosialisasi ini berbanding tipis dengan kampanye, ini yang kami sebut kampanye terselubung yang perlu diwaspadai,” ucapnya.

Rudy mengatakan, melakukan kampanye terselubung merupakan pelanggaran dalam pilkada dan dikenakan sanksi pidana. Pihaknya tidak akan segan-segan untuk menindak pasangan calon yang melakukan pelanggaran pilkada dan siap melaporkan bila terdapat pelanggaran.

“Kami sudah menginstruksikan seluruh anggota panwaslu untuk bergerak mengawasi setiap kegiatan pasangan calon. Pelanggaran sekecil apapun akan kita laporkan,” katanya.

Ia mengimbau seluruh pasangan calon dalam Pilkada Kota Bogor dan juga calon anggota legislatif dalam pemilu mendatang yang berasal dari Kota Bogor untuk menghormati aturan hukum. Mereka diminta menahan diri untuk tidak melakukan praktik kampanye terselubung sebelum waktu yang ditentukan.

Pilkada Kota Bogor diikuti oleh lima pasangan calon yang terdiri atas dua calon berasal dari jalur perseorangan dan tiga lainnya partai politik. Sebanyak lima pasangan calon wali kota dan wakil wali kota dalam Pilkada Kota Bogor tersebut, yakni Syaeful Anwar-Mustahidin Al Ayubi, dan Firman Halim-Gastono (jalur perseorangan).

Pasangan calon yang berasal dari jalur partai politik, yakni Bima Arya-Usmar Hariman, Dody Rosady-Untung W. Maryono, dan Achmad Ru’yat-Aim Halim Hermana.

 

Sumber : http://www.suarakarya-online.com 13 Agustus 2013

SHARE

200 COMMENTS

LEAVE A REPLY