Saturday , 19 April 2014
Translator :

Meski Tersandung Suap Impor Daging, PKS Tetap ‘Pede’ Dipilih Rakyat

By Kopel Online - Sen Feb 04, 7:07 am

JAKARTA – Ketua Fraksi Partai Keadilan Sejahtera Hidayat Nur Wahid meyakini kasus dugaan korupsi yang menjerat mantan Presiden PKS Luthfi Hasan Ishaaq tidak akan terlalu menganggu tingkat dukungan publik terhadap PKS, terutama dalam pemenangan Pilkada yang akan digelar dalam waktu dekat.

Hidayat mengatakan, ia baru berkunjung ke Sumatera Utara. Berdasarkan pembicaraan dengan warga di sana, kata dia, masyarakat tidak terpengaruh dengan pemberitaan di Jakarta.

“Mereka yakin akan pilih PKS dan enggak ada masalah dengan PKS. Menurut mereka, (kasus Luthfi) itu masalah pribadi, bukan partai,” kata Hidayat di Gedung Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Senin ( 4/1/2013 ).

Hidayat membantah penilaian bahwa pihaknya tidak legowo dengan terjeratnya Luthfi. Menurut dia, PKS tetap mendukung kerja Komisi Pemberantasan Korupsi. Hanya saja, pihaknya mempertanyakan perlakuan berbeda yang dikenakan KPK terhadap Luthfi dan tersangka lainnya.

“Si A sekian lama ditetapkan tersangka tapi enggak ditahan-tahan hingga hari ini. Si B untuk jadi tersangka mesti disurati dulu berkali-kali. Ini ketua partai, di kantor partai, hanya 2 jam dinyatakan jadi tersangka. Masak kami enggak boleh bertanya. Sekali lagi, kami mendukung KPK,” kata mantan Presiden PKS itu.

Seperti diberitakan, Luthfi telah ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan suap terkait pemberian rekomendasi kuota impor daging kepada Kementerian Pertanian. Luthfi diduga “menjual” otoritasnya untuk memengaruhi pihak-pihak yang memiliki kewenangan terkait kebijakan impor daging tersebut.

Luthfi dan orang dekatnya, Ahmad Fathanah, diduga menerima suap dari perusahaan impor daging, PT Indoguna Utama, dengan barang bukti senilai Rp 1 miliar. KPK juga menetapkan Direktur PT Indoguna Utama Juard Effendi dan Abdi Arya Effendi sebagai tersangka pemberi suap.

Para elit PKS menuding ada skenario besar dari perkara itu untuk menjatuhkan PKS di Pemilu 2014 . Hanya saja, mereka tidak bisa memuktikan tuduhan tersebut.

(sumber: www.kompas.com)

Leave a Reply