Masih Kurang Program Pemberdayaan Masyarakat Secara Langsung

Masih Kurang Program Pemberdayaan Masyarakat Secara Langsung

13279
413
SHARE

SINJAI – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sinjai menyerahkan draft RAPBD Perubahan 2012 ke DPRD Sinjai. Saat penyerahan yang dilakukan dalam rapat paripurna ini, tidak dihadiri oleh Bupati Sinjai, Andi Rudiyanto Asapa. Pihak eksekutif hanya diwakili Wakil Bupati Sinjai A. Massalinri Latief S.Sos beserta Sekretaris Daerah Tayeb A Mappasere SH dan segenap kepala SKPD di lingkup Pemerintah Kab. Sinjai.
Dari DPRD dihadiri oleh Ketua DPRD Sinjai beserta anggota DPRD Sinjai. Ada beberapa anggota DPRD Sinjai yang tidak hadir. Menurut keterangan staf Humas Sekwan DPRD Sinjai bahwa yang tidak hadir sementara melakukan kunjungan kerja ke luar kota yang juga merupakan agenda pokok DPRD Kab Sinjai.
Pemkab Sinjai dalam keteranganya pada saat paripurna penyerahan RAPBD Perubahan 2012 ini mengatakan bahwa realisasi dari program SKPD uang belum maksimal akan digenjot habis di APBD Perubahan nantinya. Pemkab berharap hal itu mendapatkan dukungan dari DPRD Sinjai dan masyarakat.
Titik penggunaan anggaran ini juga lebih fokus pada program yang memberdayakan masyarakat dan mengharapkan keterlibatan aktif masyarakat dalam program tersebut menuju progres yang maksimal di masyarakat. Apalagi, kepempinan bupati dan wakil bupati akan berakhir awal 2013 nanti.
Juru bicara Fraksi Hati Nurani Kebangkitan dan Perjuangan DPRD Sinjai Muh Ridwan, yang ditemui Kopel Sinjai di sela-sela rapat paripurna ini mengatakan bahwa eksekutif sepertinya sengaja melakukan proses pembiaran dalam pelaksanan program dan pemakaian anggaran. Ini terlihat dari APBD Pokok 2012, dimana untuk pos anggaran belanja pegawai dan perjalanan dinas masih besar, dan lagi-lagi ini juga terjadi pada RAPBD Perubahan. “Kami hampir kurang melihat program pemerintah yang memberdayakan masyarakat secara langsung,” katanya.
Ridwan juga mengkritisi penggunaan SK Parsial yang kurang tepat sasaran. Padahal menurut aturan bahwa SK Parsial bisa diberlakukan dalam keadaan darurat atau genting.
Ketua FPMS Sinjai Abd. Rahman mengatakan bahwa sangat ironis rapat penyerahan RAPBD Perubahan ini hanya dihadiri oleh 20 anggota DPRD Sinjai. Ada 10 anggota DPRD Kab. Sinjai yang tidak hadir, padahal ini menyangkut kepentingan segenap rakyat Sinjai yang diwakilinya.
“Kami juga mengharapkan DPRD Kab. Sinjai agar cermat membaca draft APBD Perubahan yang ditawarkan oleh eksekutif karena jangan sampai program itu tidak memihak pada kepentingan rakyat,” imbuh Rahman. (Malik Zain, CO SIAP)

413 COMMENTS

LEAVE A REPLY

3 + 17 =